22 Oktober 2020 | Dilihat: 303 Kali
Soal DAS Kreung Aceh, BEM Unsyiah: Masyarakat Tidak Butuh Jawaban Normatif Tapi Tindakan Alternatif
noeh21
Ket Foto: Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah, M. Dzaky Naufal
 

IJN - Banda Aceh | Puluhan tahun bantaran sungai Krueng Aceh berdiri beserta aturan maupun ketentuan dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan, bahkan didalamnya disebutkan muatan-muatan yang menjelaskan tentang pemeliharaan dan etika pemanfaatan lahan milik Negara tersebut dalam jarak maksimal 50 meter. 

Dalam peraturan tentang pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) telah dijabarkan secara guna fungsi sebagai penampungan dan pengaliran air dari curah hujan menuju danau atau laut.

"Ini jelas disebutkan bahwa DAS berperan sebagai wadah untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Namun mirisnya, realita yang terjadi dalam hal menjunjung tinggi ketertiban dan aturan justru tenggelam,"Kata M Dzaky Naufal, Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah.

Pasalnya, banyak dari masyarakat dari berbagai golongan menggunakan lahan tersebut ada yang melupakan bahkan tidak mengetahui tentang arah dari keberadaan aturan tersebut. 

"Yang tambah miris lagi, ada salahsatu bangunan lembaga pemerintah non kementerian berdiri dengan tenang pada wilayah bantaran Krueng Aceh itu,"Jelas M Dzaky Naufal.

Ia menyebutkan, hari demi hari pelanggaran dalam ketertiban aturan pun berlanjut hingga berujung pada penertiban wilayah DAS oleh pihak TNI ditengah pandemi covid-19. Bahkan dalam penertiban ini memunculkan sisi timpang tindih dan disparitas antar pengguna wilayah DAS. 

"Oleh karena itu, elemen pemerintah baik jajaran eksekutif dan legislatif jangan saling melempar tanggungjawab siapa yang paling berhak menjadi pahlawan dalam persoalan itu, sudah saatnya menunjukkan tindakan yang tanggap secara nyata bagi masyarakat, masyarakat tidak butuh jawaban normatif, tetapi tindakan alternatif,"Sebut M Dzaky Naufal

Ia juga berpesan dan memberi pertanyaan kepada setiap elemen masyarakat bahwa ini bukan hanya menjadi tanggungjawab masyarakat setempat, akan tetapi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat dan penjabat di legislatif dan eksekutif yang kini sudah menjabat

"Kemana hari ini peran daripada setiap pemimpin yang gagah dalam menyampaikan janji,"demikian tutup M Dzaky Naufal dengan tegas.

Penulis : Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com