09 Jan 2023 | Dilihat: 496 Kali
Tarmizi Terpilih Jadi Ketua Pansus Perizinan Migas, Minerba dan Energi
Tarmizi SP jadi Ketua pansus Perizinan Migas, Minerba Energi. Foto ist
IJN - Banda Aceh | Tarmizi, SP terpilih menjadi ketua pansus perizinan (IUP&HGU), Migas, Minerba dan Energi dalam sidang paripurna pembukaan sidang I DPRA.
Anggota pansus mewakili seluruh fraksi di DPRA yang berjumlah sembilan fraksi. Pada 5 Januari 2023 telah menetapkan lima pansus, salah satunya adalah pansus tentang perizinan (IUP&HGU), Migas, Minerba dan Energi.
Pada pemilihan pimpinan pansus yang dipimpin oleh Pimpinan DPRA. Para anggota pansus sepakat memilih Tarmizi, SP (Ketua Fraksi PA) sebagai ketua, Ilham Akbar (Fraksi Golkar) sebagai Wakil Ketua dan M. Rizal Falevi Kirani (Fraksi PNA) sebagai Sekretaris.
Tarmizi SP mengucapkan terima kasih atas kepercayaan teman-teman pansus. Ini menjadi tugas yang sangat berat dengan masa kerja yang singkat dan persoalan yang cukup besar.
"Kami akan fokus memanggil ESDM Aceh, BPMA, Disbun dan Juga Pj Gubernur Aceh serta pihak terkait lainnya. Apakah selama ini ada kongkalikong antara dinas dengan perusahaan, dalam urusan penerbitan IUP, laporan tahunan, akan kita selidiki itu. Juga apakah ada kendala sehingga perlu kita dorong dan bantu supaya lancar," kata Tarmizi SP, Senin 9 Januari 2023.
Kemudian, Tarmizi menyebutkan akan memanggil semua perusahaan tambang, migas, perkebunan terutama yang sedang bermasalah dengan masyarakat.
"Kita akan cari tau sumber masalah, akan kita evaluasi amdalnya, laporannya," ungkapnya.
Kata Tarmizi, nanti tenaga ahli pansus akan pelajari sehingga akan ada kesimpulan akhir apakah kemudian perusahaan yang bermasalah akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH), dicabut izinnya.
"Karena setelah paripurna hasil pansus, laporan akan dikirimkan APH, BPK, BPKP sampai ke Kementrian, KPK dan juga ke Presiden RI," jelasnya.
Tarmizi mengaku, pihaknya sangat mendukung penuh investasi di Aceh, investor nyaman, investasi berjalan dengan baik. Namun masyarakat juga wajib nyaman, jangan sampai menderita dengan kehadiran perusahaan terganggu dengan limbah, debu, dan lain-lain.
"Kami juga ingin bersama Pemerintah Aceh menjalankan tugas membuat rakyat Aceh senang dan bahagia dengan adanya ikhtiar yang sungguh-sungguh dan ikhlas, dari kami yang sedang diberi amanah. Karena tantangan ke depan besar sekali, dana otsus berkurang, pengangguran bertambah, kemiskinan juga masih tinggi angkanya," kata politisi muda ini. (Red)