IJN - Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, S.E., yang akrab disapa Dek Fadh, memberikan dukungan kepada kepengurusan baru Gerakan Pemuda Islam (GPI) Aceh di bawah kepemimpinan Muhammad Furqan, S.Sos., M.I.Kom. sebagai Ketua Umum dan Agus Junaidi, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jenderal, beserta seluruh jajaran pengurus lainnya.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran pengurus GPI Aceh setelah pelantikan Pengurus Wilayah GPI Aceh pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan Pemerintah Aceh.
Dalam pertemuan itu, Dek Fadh berharap kepengurusan baru GPI Aceh mampu membawa arah gerakan pemuda yang lebih bermanfaat, bermartabat, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Aceh.
Ia juga menitipkan pesan kepada jajaran pengurus GPI Aceh agar turut membantu pemerintah dalam mengarahkan generasi muda untuk menjauhi narkotika dan berbagai aktivitas negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting bagi GPI Aceh. Sebagai bagian dari elemen kepemudaan, GPI Aceh diharapkan mampu mengambil peran dalam membangun kesadaran generasi muda, memperkuat nilai-nilai moral dan keislaman, serta mendorong lahirnya kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menanggapi dukungan dan pesan tersebut, Ketua Umum PW GPI Aceh, Muhammad Furqan, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa GPI Aceh siap bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam membangun generasi muda yang berintegritas, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
“GPI Aceh siap berjalan bersama pemerintah dalam membangun generasi muda yang lebih baik. Kami ingin pemuda Aceh menjauhi narkotika, meninggalkan aktivitas yang merugikan, serta mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Muhammad Furqan.
Ia menambahkan, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.
Menurutnya, upaya memerangi narkotika dan berbagai tindakan yang merugikan masyarakat membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas.
Oleh karena itu, kepengurusan baru PW GPI Aceh berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi serta mendorong gerakan kepemudaan yang berorientasi pada edukasi, kegiatan sosial, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan potensi generasi muda.
Semangat tersebut sejalan dengan tema pelantikan Pengurus Wilayah GPI Aceh, “Dari Aceh, Takdir Kami Memimpin Negeri.” Tema ini menjadi penegasan bahwa pemuda Aceh memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri, membangun karakter, dan mengambil peran strategis dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa.
Melalui kepengurusan baru ini, GPI Aceh berharap sinergi dengan Pemerintah Aceh dapat terus terjalin dan diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dalam membangun kualitas generasi muda, memerangi penyalahgunaan narkotika, serta mendukung kemajuan Aceh.
GPI Aceh siap bersinergi dengan pemerintah, menggerakkan potensi pemuda, dan berkontribusi untuk Aceh yang lebih baik.
Penulis: Ray
Editor: Redaksi