26 Okt 2026 | Dilihat: 144 Kali

Begini Kata PBVSI Nagan Raya Soal Lisensi Wasit di Laga Final NJU Cup

noeh21
Ketua PBSI Kabupaten Nagan Raya, Ediansyah Putra, SH
      
IJN - Suka Makmue | Ketua Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, angkat bicara soal pelemik grand final NJU Cup 2026 yang mempertemukan Banteng VC dan UD Tiara VC di Espe22 Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu malam (24/10/2026).

Ketua PBVSI Kabupaten Nagan Raya, Ediansyah Putra, SH mengatakan, wasit di laga final NJU Cup telah berlisensi yang dikeluarkan oleh PBVSI Pusat.

"Wasit Mukhtar yang memimpin laga Banteng VC dan UD Tiara VC telah berlisensi dengan nomor 063/PP/PBVSI/W/IV/2014 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Irjenpol Drs Yudi Sushariyanto dan Ketua II/Binper PP PBVSI, Heyzer Harsono di Jayagiri Lembang Jawa Barat dengan tanggal 8 April 2014,"jelas Ediansyah Putra dalam keterangannya kepada IndoJayaNews.com, Senin 26 Oktober 2026.

Ia menyebutkan, wasit Mukhtar dinyatakan lulus dan berhak memegang sertifikat sebagai wasit nasional bola voli Indoor/ pantai tingkat C.

Selain itu, dirinya juga menyayangkan terhadap tudingan yang diduga menjurus ke fitnah terhadap wasit di laga final tersebut.

"Harusnya dikonfirmasi dulu ke PBVSI Nagan Raya, jangan langsung menuding tidak memiliki sertifikat lisensi,"ucapnya.

Bantah Tudingan Intervensi Wasit 

Sebelumnya, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Nagan Raya, Ediansyah, SH membantah tudingan terkait dugaan intervensi wasit dalam laga Banteng VC asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melawan UD Tiara di Final NJU Cup.
 
Ketua PBVSI Nagan Raya, Ediansyah Putra, SH mengatakan, dirinya tidak pernah mengintervensi pihak manapun dalam pertandingan final NJU Cup 2026.
 
"Saya tidak pernah mengintervensi pihak manapun, saya hanya memastikan pertandingan final berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku tanpa merugikan pihak manapun. Saya selaku ketua bersikap netral dalam pertandingan tersebut," kata Ediansyah dalam keterangannya kepada IndoJayaNews.com, Minggu 25 Oktober 2026.
 
Ediansyah menjelaskan, kehadiran PBVSI Nagan Raya dalam kisruh tersebut bukan untuk mengintervensi wasit dan memihak ke salah satu tim.
 
"Kehadiran PBVSI Nagan Raya hanya untuk memberi pendapat dan saran, mengingat gelombang protes kedua belah pihak semakin meluas, sampai terlibat semua pemain, official, bahkan sebagian penonton sudah mengeluarkan kata-kata menjurus ke provokasi," jelasnya 
 
Atas dasar gelombang protes yang sudah berlangsung lama, lanjut Ediansyah, Ketua PBVSI bersama dewan penasehat PBVSI Nagan Raya mencoba melerai dan mengambil jalan terbaik.
 
"Bukan mengintervensi wasit, hanya untuk merubah keputusan yang sudah keluarkan, namun hasil kesepakatan kedua kesebelasan tidak mau menerima dari hasil keputusan yang sudah diberikan wasit, akhirya wasit mengambil jalur tengan yaitu wansmot (pertadingan di ulang), namun tim benteng vc lebih mengambil walkout (meninggakan pertadingan), " jelasnya.
 
Lanjut Ediansyah, dirinya juga menjawab penyataan terkait perangkat pertandingan yang hanya memakai 2 hakim garis, bukan 4.
 
"Kami disini dari pertama turnamen memang hanya memakai 2 hakim garis, kenapa mereka baru protes sekarang, kenapa tidak dari pertama mereka ajukan keberatan masalah ini, kenapa diakhir pertandingan baru muncul hal tersebut," demikian tutupnya.





Penulis : Hendria Irawan
Editor : Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas