IJN - Sabang | Kota Sabang terpilih sebagai salah satu titik persinggahan kapal layar KRI Dewa Ruci milik TNI Angkatan Laut yang berlayar menelusuri jalur rempah dalam bentuk muhibah budaya.
Mulai dari tanggal 5 Juni lalu hingga 17 Juli nanti, tujuh titik akan disinggahi kapal layar KRI Dewa Ruci, yakni Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Melaka di Malaysia, Tanjung Uban, Lampung, dan berakhir kembali di Jakarta.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Republik Indonesia, Irina Dewi Wanti, S.S, M.SP selaku ketua rombongan mengatakan, pihaknya mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah kota Sabang yang telah menyambut KRI Dewa Ruci dan Laskar Rempah dalam rangkaian Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR).
"MBJR ialah salah satu media champion Kemendikbudristek untuk melakukan berbagai sharing informasi terkait sejarah perdagangan Nusantara serta Konektivitas budaya antara satu wilayah dengan wilayah lainnya diseluruh Nusantara maupun dunia Internasional," ujar Irina Dewi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, selain sharing pengetahuan dan informasi kita juga akan mengekspos seluas luasnya potensi budaya di seluruh daerah yang terkait dengan jalur rempah, dan nantinya teman-teman laskar rempah akan melakukan banyak hal di setiap titik jalur rempah.
"Di tahun 2024 ini laskar rempah juga akan melakukan muhibah diluar negeri untuk mendapat dukungan jalur rempah sebagai salahsatu jalur pelayaran dunia yang nantinya kita ingin menominasikan jalur rempah sebagai tentative list of Unisco."
"Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari teman-teman semua, nantinya akan ada dukungan dari teman-teman media yang akan mengekspos potensi budaya kita. Sehingga kita akan membuktikan bahwa Indonesia kaya akan budaya, Indonesia sebagai negara Adidaya Budaya dengan seluruh potensi yang benar-benar dapat digali dan disampaikan kepada masyarakat diseluruh Indonesia dan juga di seluruh dunia," jelasnya.
Sementara Pj Wali Kota Sabang Drs Reza Fahlevi, M.Si menyampaikan rasa bangga dan berkesempatan sebagai warga Kota Sabang atas kedatangan laskar rempah dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan Kota Sabang kepada dunia lebih luas lagi.
"Momentum ini juga mengingatkan kita bahwa Sabang memiliki peran penting dalam perdagangan rempah pada masa lalu, Sabang memiliki rempah cengkeh dan rempah lain yang menjadi komoditi utama," ujar Reza Fahlevi.
Kita flash back ke masalalu, Kota Sabang memiliki sejarah yang erat dengan jalur rempah, Sabang pernah menjadi salahsatu pelabuhan penting dijalur rempah, yang menghubungkan Indonesia, Negara Asia lainnya dengan Eropa.
Sabang juga pernah menjadi tempat karantina haji, tempat persinggahan kapal-kapal dari berbagai negara untuk mengisi bahan bakar, air, berdagang, dan juga docking kapal.
"Teluk Sabang ini merupakan saksi sejarah kejayaan Kota Sabang dimasa lalu, dalam catatan sejarah diteluk Sabang ini banyak kapal yang singgah disini pada masa itu sehingga membawa dampak luar biasa untuk ekonomi masyarakat," jelasnya.
Jalur rempah di Sabang ini bukan hanya perdagangan, tetapi juga tentang pertukaran budaya dan peradaban. Melalui jalur rempah, berbagai budaya dan tradisi dari berbagai bangsa saling bertemu dan berinteraksi, jadi tidak heran kalau Kota Sabang sangat heterogen, berbagai suku ada disini.
"Terlihat sangat kental bahwa Kota ini sangat kosmopolit, Kota terbuka yang banyak disinggahi berbagai suku bangsa. Sabang juga berada diposisi yang sangat strategis, kita sangat dekat dengan phuket dan langkawi serta berada dijalur perdagangan Internasional," ungkap Reza.
Kota Sabang memiliki kekuatan utama pariwisatanya di sektor diving yang memiliki 24 spot alam bawah laut yang indah, dan juga memiliki heritage site yang dipengaruhi oleh sejarah Belanda dan Jepang.
Terakhir Reza berharap, kedatangan peserta muhibah budaya jalur rempah ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan memperkuat persatuan bangsa.
Penulis: IIN
Editor : AF