09 Sep 2020 | Dilihat: 768 Kali

Disdikbud Aceh Singkil Diminta Evaluasi Kinerja Guru

noeh21
Mufkhirul SH, pemerhati sekaligus Ketua GP.Anshor Aceh Singkil, dan Ketua PGRI Aceh Singkil, M.Najur,M.Pd.
      
IJN - Aceh Singkil | Dengan dilaksanakannya sistem proses pembelajaran dengan sistem jaringan (daring) dari rumah ditengah masa pandemi Covid-19 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil diminta melakukan evaluasi terhadap kinerja para Kepala Sekolah dan guru di sekolah.

Hal tersebut dianggap perlu dilakukan, guna mengetahui sejauh mana upaya yang telah dilakukan guru memberikan pembelajaran kepada siswa dan kemajuan yang dicapai dalam sistem pendidikan online atau daring, ucap Pemerhati Pendidikan sekaligus Ketua GP Ansor Aceh Singkil, Mufkhirul, SH, Rabu, 09 September 2020.

"Sehingga pihak Disdikbud Aceh Singkil dapat menelaah atau menghimpun hasil kinerja guru dalam pembelajaran dari rumah melalui sistim daring yang telah dilakukan tenaga pendidik terhadap para siswa.Begitu pun dapat diketahui mana guru yang kreatif serta bermalas-malasan," ungkapnya.

Dengan diketahuinya kondisi tersebut, pihak Disdikbud dapat mengambil langkah terhadap guru yang tidak melaksanakan tugas dan fungsinya untuk  meningkatkan hasil dari belajar sistem daring.

"Kendati proses belajar mengajar secara daring dari rumah dinilai tidak efektif", ujarnya.

Apalagi sistem pembelajaran dari rumah ini rawan menimbulkan kebosanan terhadap siswa.Oleh karena itu perlu adanya ide-ide kreatif guru dalam memberikan metode pembelajaran setidaknya dapat sedikit busa efektif dan membuat siswa tidak bosan belajar dari rumah.

"Namun jika guru tidak kreatif justru yang terjadi tugas yang diberikan menumpuk dan pembelajaran yang didapat siswa kian terus merosot,"ujar Khairul.

Sementara Ketua PGRI Aceh Singkil, M.Najur, M.Pd, mengatakan, meski belum maksimal, kinerja guru saat ini sudah baik. Karena masih banyak kendala dihadapi insan tenaga pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring.

"Seperti, masih banyak guru dan siswa sekolah yang tidak menguasai teknologi internet dan memiliki sarana seperti hp/laptop serta ditempat tempat tertentu ada yang belum terjangkau jaringan internet," sebutnya.

Sebelumnya Sekretaris Disdikbud Aceh Singkil, H. Poniman mengatakan, meski pembelajaran saat ini dilakukan dengan sistem daring dari jarak jauh, pihaknya selalu melakukan evaluasi dengan meminta laporan kegiatan belajar mengajar siswa dari para guru sekolah.

"Bila ada tenaga pendidik yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku akan ditegur dan diberikan sanksi tegas," tandasnya.

Penulis : Erwan