07 Nov 2026 | Dilihat: 492 Kali

Pangdam IM Soal Insiden di Tiro Pidie: Tak Ada Amunisi Tajam

noeh21
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., M.M., membantah soal dugaan penggunaan peluru tajam oleh prajurit TNI AD yang melakukan penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang yang berujung jatuhnya satu korban tewas di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Foto. IJN
      

Pangdam IM mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan Aceh 

IJN - Banda Aceh | Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., M.M., membantah soal dugaan penggunaan peluru tajam oleh prajurit TNI AD yang melakukan penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang yang berujung jatuhnya satu korban tewas di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Walaupun demikian, Mahesa menegaskan pihaknya tetap melakukan investigasi terkait insiden bentrokan hingga penembakan dalam penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie pada Rabu (4/11) lalu.

Hal itu seperti disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Pangdam IM Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi mengatakan, Kodam Iskandar Muda tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan peristiwa tersebut ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.

"Berdasarkan keterangan awal prajurit yang bertugas, tidak seluruh personel membawa senjata api, sedangkan munisi tidak ada yang tajam, hanya berupa munisi hampa dan karet," kata Mahesa Fitriadi.

Pangdam IM mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan Aceh.

Sementara itu, Menko Kumham Imipas Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc menegaskan pemerintah berkomitmen mengusut tuntas peristiwa yang terjadi pada 4 November 2026.

Pemerintah, kata Menko Yusril, telah berkoordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan bersama Komnas HAM perwakilan Aceh yang dijadwalkan turun ke Aceh pada Minggu (8/11/2026).

Penyelidikan itu, lanjut Yusril bertujuan mengungkap kronologi dan fakta kejadian, termasuk memastikan penyebab luka yang dialami para korban.

Yusril juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza (20) serta berharap para korban lainnya segera pulih.

Di sisi lain, Yusril menegaskan pemerintah menghormati tradisi masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia mengajak para ulama, teungku, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar persoalan pengibaran bendera bulan bintang tidak kembali menimbulkan konflik.







Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas