16 Jan 2023 | Dilihat: 720 Kali

PJ Bupati Aceh Tamiang Dapat Gelar Kehormatan Datok Setie Amanah

noeh21
PJ Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman diberi gelar Datuk Setie Amanah, sementara Ketua TP-PKK, Zuraidah Meurah diberi gelar Datin Setie Amanah oleh Timbalan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Majelis Adat Budaya Melayu Tamiang.
      
IJN - Aceh Tamiang | Penjabat (PJ) Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman kini menyandang gelar kehormatan Datok Setie Amanah. Gelar adat tersebut diberikan oleh Majelis Adat Budaya Melayu Tamiang (Mabmeta), Sabtu (14/1) di Kejuruan Muda.
 
PJ Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman diberi gelar Datuk Setie Amanah, sementara Ketua TP-PKK, Zuraidah Meurah diberi gelar Datin Setie Amanah oleh Timbalan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Majelis Adat Budaya Melayu Tamiang.
 
Meurah Budiman mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan penghargaan yang tinggi. Menurutnya, gelar bangsawan yang ia sandang memiliki konsekuensi dan tanggung jawab besar.
 
“Saya memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan atas gelar ini. Dan saya sangat yakin dukungan dan kerja sama kita semua bisa membantu saya, kebersamaan merupakan kunci keberhasilan,”kata PJ Bupati Meurah Budiman.
 
Meurah berharap pemberian gelar ini tidak menjadi pro-kontra, namun justru menjadi semangat bersama bahu-membahu membangun Aceh Tamiang.  
 
“Penabalan gelar ini memiliki konsekuensi dan tanggungjawab yang besar. Mari kita bangun kolaborasi, kerjasama dan gotong royong untuk membangun negeri berjuluk Bumi Muda Sedia. Saya mohon bantuan dan dukungan dari semua unsur. Terima kasih kepada tuan dan puan yang telah menabalkan gelar kepada kami,” ucapnya.
 
“Dengan adanya dukungan Mabmeta ini saya yakin kita bisa bersama-sama membangun Aceh Tamiang. Temasuk hadir bersama kita Ketua dan Wakil Ketua DPRK yang juga saya harapkan dukungannya,” sambung Meurah lagi.
 
Sementara itu, Ketua Adat Mabmeta, Muntasir Wan Diman mengatakan, penabalan gelar ini merupakan bentuk kehormatan terhadap Meurah Budiman sebagai penjabat kepala daerah di Aceh Tamiang. Menurutnya, penabalan ini hal lumrah karena seluruh daerah memiliki adat dan kebudayaan yang menjadi norma interaksi masyarakat yang kemudian dijadikan ketentuan hukum dan tradisi.
 
“Adat ini dimulai dari kerajaan dan kemudian raja sebagai punggul cemara atau menjadi pelindung rakyat,” kata Muntasir.
 
Muntasir menegaskan, gelar Datok Setie Amanah yang disandang Meurah Budiman bersifat penabalan atau bukan pemberian. Dia menjelaskan penabalan ini bersifat melekat pada jabatan yang disandang Meurah Budiman sebagai Pj. Bupati Aceh Tamiang.
 
“Kalau gelar individu sewaktu-waktu bisa dicabut, sedangkan gelar atas jabatan hanya melekat saat hanya menjabat,” terangnya.
 
Prosesi penabalan ditandai dengan pemasangan Tengkulok, Tumbok Lada dan Tudong. Setelah prosesi pemasagan atribut penabalan gelar, dilanjutkan dengan tepung tawar yang diberi nama “setawar sedingin” kepada Pj. Bupati Meurah dan Zuraidah Meruah oleh Mabmeta, di antaranya, H. Tengku Yusni, Abdul Muthalib, H. Hambali, H. Syahrul Amri, H. Aslah, Siti Rahmah, Tengku Hasnah dan Tengku Sri Mariani.
 
Sebelum prosesi penabalan gelar, kedatangan Pj. Bupati Meurah bersama istri dan rombongan disambut atraksi silat pelintau dan pantun sebagai sambutan kehormatan dalam adat budaya melayu tamiang.
 
Proses penabalan ini dihadiri tokoh adat dan melayu Aceh Tamiang serta unsur Forkopimda, termasuk Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto serta dua Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon dan Muhammad Nur. (Red)