29 Mei 2025 | Dilihat: 652 Kali

PT AKA Sinergi Group Bangun Pabrik Minyak goreng di Aceh

noeh21
Komisaris PT AKA Sinergi Group yang juga perwakilan Aceh, Mayjen TNI (Purn.) T.A. Hafil Fuddin. Foto. Dok Pribadi
      
IJN - Lhokseumawe | PT AKA Sinergi Group melalui entitas lokalnya, PT AKA Aceh Darussalam memperkuat jejak investasinya di Aceh dengan memulai tahapan akhir persiapan pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng (refinery).

Proyek yang merupakan bagian dari strategi hilirisasi sawit nasional ini menandai komitmen perusahaan terhadap pembangunan industri berkelanjutan dan kemandirian ekonomi daerah.

Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp 500 miliar, pabrik yang berlokasi di Blang Naleng Mameh (Lhokseumawe) dan Calang (Aceh Jaya) ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 500 ton per hari.

Proyek ini bukan hanya bertujuan memperkuat struktur industri lokal, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional melalui pasokan minyak goreng domestik.

Hal itu seperti disampaikan Komisaris PT AKA Sinergi Group yang juga perwakilan Aceh, Mayjen TNI (Purn.) T.A. Hafil Fuddin kepada IndoJayaNews.com 29 Mei 2025.

Mayjen TNI (Purn.) T.A. Hafil Fuddin mengatakan, proyek ini telah melalui berbagai tahapan penting sejak awal 2023. 

Bahkan, kata Mayjen TNI (Purn.) T.A. Hafil Fuddin, Perusahaan telah membangun komunikasi dengan berbagai kabupaten di Aceh, menggelar FGD nasional di Banda Aceh pada Desember 2024, serta menyelesaikan desain teknis dan infrastruktur dasar kawasan industri. Groundbreaking direncanakan berlangsung pada 12–16 Juni 2025 di Lhokseumawe.

“Kami datang ke Aceh dengan keyakinan, bukan sekadar peluang. Keyakinan bahwa tanah ini memiliki masa depan besar jika dikelola dengan sungguh-sungguh dan bermitra dengan masyarakat serta pemerintah,” ujar T.A. Hafil Fuddin.

"Groundbreaking refinery ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan besar yang kami harap bisa dinikmati generasi Aceh ke depan. Kami tidak hanya bicara rencana, tapi kerja konkret,”tambahnya.

Jenderal Bintang Dua asal Aceh itu menjelasakan, proses produksi Crude Palm Oil (CPO) menjadi Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) akan dilakukan secara modern.

Tahapannya, lanjut Hafil Fuddin, meliputi pengangkutan CPO, proses degumming dengan asam fosfat, bleaching dengan bleaching earth, filtrasi, deodorisasi, hingga fraksinasi menjadi Olein dan Stearin.

Disebutkan, Produk utamanya adalah RBDPO, dengan turunan seperti Olein, Stearin, dan PFAD—yang juga dapat dimanfaatkan dalam industri biodiesel dan oleokimia.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pihak.

“Kami melihat Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf memiliki komitmen kuat terhadap investasi dan pembangunan industri. Namun, keberhasilan proyek ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,"ucapnya.

“Mari kita bangun Aceh dari hulu ke hilir. Dengan kebersamaan, kita wujudkan kemandirian ekonomi Aceh,"tutur Mantan Pangdam IM tersebut.




Penulis : Hendria Irawan
Editor : Redaksi