IJN - Suka Makmue | Sebuah video pasien dibawa mengunakan kain panjang sempat viral dikalangan masyarakat Nagan Raya.
Dalam video pendek berdurasi 1.45 Detik itu disebutkan pasien terpaksa dibawa dengan kain panjang dari ambulans ke ruang rumah sakit karena tak disediakan ranjang dorong.
Menyikapi hal itu, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD-SIM) Nagan Raya akhirnya buka suara perihal video yang sempat viral itu.
Direktur RSUD SIM, dr. Cut Yuliza Sutifa dalam konferensi pers mengatakan, pihak rumah manajemen rumah sakit tengah menelusuri perekam dan penyebar video pasien dibawa dengan kain panjang tersebut.
"Dari hasil penelusuran manajemen rumah sakit, pasien bukan
emergency, namun sedang melakukan kontrol ulang yang ke empat kalinya di RSUD SIM,"kata dr. Cut Yuliza Sutifa, Jum'at 24 Maret 2023.
Baca juga: RSUD Nagan Raya Diminta Tak Berlebihan Soal Video Pasien Dibawa Pakai Kain Panjang
Ia menyebutkan, menajemen RSUD SIM menyayangkan oknum dengan sengaja menyebarkan video di medsos, sehingga melanggar undang-undang Kesehatan dan UUD ITE.
"Karena tanpa seizin pihak rumah sakit, ini berdampak pada pencemaran nama baik Institusi dan nama baik daerah,"sebutnya.
Cut Yuliza mengaku, pihaknya tengah berusaha membuka komunikasi dan menghubungi keluarga pasien untuk mendengar langsung kronologis sebenarnya. Namum, kata dia, sampai saat ini pihak keluarga belum bisa dihubungi.
"Kami belum tau kronologi sebenarnya, tapi jika ada petugas kita melakukan kesalahan, kita akan beri sangsi,"tegasnya.
Ia berharap pihak keluarga dapat membuka komunikasi dengan pihak rumah sakit untuk memberikan informasi sebenarnya dan bagi oknum yang merekam dan menyebar video untuk segera memberi klarifikasi dan meminta maaf.
"Bagi perekam dan penyebar video kita beri waktu 1X24 Jam untuk memberi klarifikasi dan meminta maaf,"tutupnya.
Penulis: Hendria Irawan