19 Apr 2026 | Dilihat: 15 Kali

Suasana Haru Menyelimuti Kediaman Almarhum Zulmansyah Sekedang

noeh21
Ketum PWI Pusat, Akhmad Munir ikut melepas jenazah dari rumah duka; jamaah shalat jenazah memadati ruangan masjid dekat kompleks Perumahan Sakinah 2 Blok B No. 7 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. | (Foto dok PWI)
      
IJN - PEKANBARU | Suasana haru menyelimuti kompleks Perumahan Sakinah 2 Blok B No. 7 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru ketika jenazah Alm. Zulmansyah Sekedang tiba di kediamannya, Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.
 
Seperti diketahui, H. Zulmansyah Sekedang meninggal di RS Budi Kemuliaan pada Sabtu dini hari, 18 April 2026, pukul 00.05 WIB.
 
Sekitar pukul 11.40 WIB, jenazah Sekjen PWI Pusat tersebut diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta dengan Pelita Air tujuan Pekanbaru, Riau.
 
“Jenazah sampai di rumah duka pukul 14.30 WIB,” kata Heri dari Riau Pos yang dihubungi Ketua PWI Aceh, Sabtu malam.
 
Menurut Heri, setelah beberapa saat disinggahkan di kediamannya, selanjutnya dilakukan prosesi pelepasan oleh pihak keluarga dan juga Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
 
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir yang dihubungi Ketua PWI Aceh membenarkan dirinya turut mendampingi jenazah ke Pekanbaru.
 
“Saya turut membuka peti jenazah dan mencium jasad almarhum, menshalatkan dan mengantar ke pemakaman,” kata Akhmad Munir sambil menahan kesedihan.
 
Shalat jenazah dilaksanakan di masjid sekitar kompleks Perumahan Sakinah 2 Blok B No. 7 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
 
Foto-foto dan video yang dikirim Heri dari Riau Pos memperlihatkan jamaah shalat jenazah memenuhi ruangan masjid, termasuk jamaah perempuan. 
 
Di antara jamaah termasuk putra semata wayang Alm. Zulmansyah Sekedang bernama Abiyyu yang sedang mengikuti pendidikan S2 di Malaysia.
 
Jenazah Alm. H. Zulmansyah Sekedang dikebumikan di TPU Kertama, Pekanbaru.
 
Kesedihan semakin terasa ketika putra almarhum mengumandangkan azan saat jenazah ayahandanya diturunkan ke liang lahat.
 
Penulis | Ray
Editor : Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas