15 Mar 2022 | Dilihat: 461 Kali
Pemerintah Aceh Terus Pacu Vaksinasi Covid-19
Keterangan : Petugas kesehatan saat melayani calon penerima vaksin pada pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19 massal Pemerintah Aceh, di Museum Aceh, Banda Aceh.
IJN - Banda Aceh | Pemerintah Aceh terus memacu capaian vaksinasi covid-19 lewat kegiatan suntik massal yang digelar di dua lokasi berbeda di Kota Banda Aceh.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, pemerintah terus memacu capaian vaksinasi covid-19.
"Hingga 188 hari pelaksanaan, dilaporkan sebanyak 98.184 orang yang telah disuntik di 2 lokasi yaitu Banda Aceh Convention Hall dan Museum Aceh,"kata Muhammad Iswanto dalam keterangannya kepada media, Selasa 15 Maret 2022.
​​​​​​Iswanto juga tak lupa mengajak masyarakat utamanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar untuk datang mengikuti suntik vaksin covid-19 yang kini diselenggarakan pemerintah di Museum Aceh.
Selain itu, lanjut Iswanto, vaksinasi covid-19 juga bisa dilakukan di seluruh tempat layanan kesehatan di seluruh Aceh.
Sampai saat ini, lanjut Karo Administrasi Pimpinan Setda Aceh itu, juga tersedia dan cukup. “Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka terus berdatangan untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan kesempatan suntik vaksin covid-19,”jelas Iswanto.
Ia juga menyebut, semangat masyarakat menjadi bukti bahwa semua orang ingin agar pandemi segera berakhir.
"Pada hari ini sebanyak 88 orang yang disuntik vaksin covid-19,"sebutnya.
Ia merinci sebanyak 21 dari 89 orang merupakan mereka yang disuntik dosis pertama. Sementara 42 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis kedua. Sisanya yaitu 26 orang adalah mereka yang disuntik boster dosis tiga.
Iswanto mengaku vaksinasi yang dilakukan Museum Aceh tersebut tidak lepas dari dukungan TNI dan Polri. Di mana selain vaksinator dari pemerintah Aceh, vaksinator dari Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh terlibat sejak awal pelaksanaan.
“Terima kasih kami atas nama satgas kepada seluruh vaksinator. Baik dari pemerintah Aceh, maupun dari TNI dan Polri,”tutup Iswanto. [Red]