INDOJAYANEWS.COM - Kondisi terkini masyarakat Aceh di Negeri Jiran Malaysia mulai memprihatinkan setelah Pemerintah Kerjaan Malaysia memberlakukan lockdown dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 atau virus corona.
Salah satu tokoh Aceh di Malaysia, Tgk Bukhari, kepada Media INDOJAYANEWS.COM mengabarkan, saat ini ribuan masyarakat Aceh berharap Pemerintah Aceh segera turun tangan menjemput warga Aceh yang ada di negara tetangga.
"Saat ini ada ribuan warga Aceh dalam situasi sangat memprihatinkan dan terancam mati kelaparan. Kami sudah tidak mampu lagi menanggung. Kadang bantuan yang kami antar untuk 300 orang, sementara jumlah orang sampai 1.000 orang," kata Tgk Bukhari, Minggu, 19 APril 2020.
Baca: Warga Aceh Mulai Kesulitan, Pemerintah Aceh Jangan Tutup Mata
Melalui aplikasi WhatsApp, Tgk Bukhari mengimformasikan, selama ini ia bersama beberapa orang liannya terus berusaha mencari berbagai bantuan dari para dermawan, untuk disalurkan kepada masyarakat Aceh.
Namun, kata Tgk Bukhari, saat ini Pemerintah Malaysia telah menetapkan lockdown, sehingga tidak ada lagi aktivitas seperti biasa yang memungkinkan masyarakat mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya.
"Warung-warung juga sudah tutup semua, jadi kita untuk membeli makan saja sekarang sangat susah. Ada beberapa tokoh Aceh yang dermawan juga sudah berulang kali membantu, tapi kita tidak mungkin meminta terus kepada mereka," ungkapnya.
Karena itu, ujar Tgk Bukhari, warga Aceh yang ada di rantau, sangat mengharapkan kepedulian Pemerintah khususnya Pemerintah Aceh, supaya mencari cara dan solusi agar masyarkat Aceh tidak sampai mengalami nasib yang tidak diinginkan di negeri tetangga.
"Pilihannya seperti kami sampaikan sebelumnya, kalau Pemerintah Aceh tidak sanggup membiayai makan mereka (warga Aceh) selama masa lockdown, maka solusi lainnya Pemerintah Aceh menyewa kapal laut untuk menjemput kami semua dan dibawa pulang ke Aceh," jelasnya.
Menurut Tgk Bukhari, dua cara itu paling memungkinkan dilakukan oleh Pemerintah Aceh jika Plt Gubernur Aceh mau membantu warganya di Malaysia. "Kalau solusi lain saya tidak tahu bagaimana, ini paling memungkinkan untuk saat ini," tegasnya.
Lebih lanjut Tgk Bukhari membeberkan, pada Minggu 18 April 2020, dirinya baru saja mengantar bantuan sembako kepada masyarakat di Perak, Malaysia. Menurutnya, saat ini kondisinya sangat kesulitan.
"Persoalannya saat ini sudah banyak juga dari mereka yang visanya sudah mati, ada yang setahun dan dua tahun, parpor, jadi ya begitulah kendalanya saat ini. Dan mereka berharap kalau bisa Pemerintah Aceh menjemput mereka," demikian ungkapnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Aceh telah menyiapkan Rp1,7 triliun dana untuk menangani covid-19, walaupun hingga saat ini publik belum mengetahui rincian anggaran tersebut, dari mana kemana, berapa untuk sembako atau untuk lainnya.
Baca juga: Mantan Pekerja BRR Aceh-Nias: Dana 1,7 T Sangat Rawan Korupsi, DPRA Wajib Awasi
DPRA Sulaiman SE: Dana 1,7 T Tangani Wabah Covid-19 Jangan Digerogoti Wabah Korupsi
Dana 1,7 T Rawan Korupsi, Bang Saf: Pemerintah Aceh Harus Gunakan Manajemen Masjid
Sebelumnya, akademisi, mantan aktivis referendum tahun 1999, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh sudah menyampaikan kepada Pemerintah Aceh untuk memaparkan kepada publik mengenai rincian anggaran untuk penanganan covid-19 di Aceh.
Penulis: Hidayat. S