IJN - Banda Aceh | Partai Nasdem akan menggelar Kongres ke- III akhir pekan ini. Kongres tersebut akan dilaksanakan di Jakarta
Convention Centre (JCC) pada tanggal 25-27 Agustus.
Memanfaatkan momentum tersebut, DPW Partai Nasdem Aceh juga akan merekomendasikan sejumlah agenda strategis terkait kepentingan masa depan Aceh pada kongres.
Adapun agenda strategis tersebut adalah perpanjangan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan revisi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). Selain itu, mendorong peningkatan investasi dan penguatan ekonomi rakyat Aceh.
Baca juga : Tokoh Kemukiman Kulu Sebut Pasangan AMAN Layak Pimpin Nagan Raya
Aspirasi kader Nasdem Aceh tersebut nantinya diharapkan akan menjadi agenda strategis Partai Nasdem di tingkat nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW Partai Nasdem Aceh, Irsan Sosiawan kepada IndoJayaNews.com, Senin 19 Agustus 2024.
Irsan Sosiawan mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menyuarakan aspirasi tersebut saat menyampaikan laporan Kongres DPW Nasdem Aceh secara virtual, pada 10 Agustus lalu.
"Aspirasi ini direspon positif oleh Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel yang memimpin rapat,"kata Irsan Sosiawan.
Baca juga : PKB Serahkan B1 KWK untuk Cakada Simeulue
Dijelaskan, Partai Nasdem Aceh akan kembali membawa agenda strategis tersebut pada saat sidang pleno Kongres dilaksanakan.
Sehingga, lanjut Irsan, isu tersebut dapat menjadi agenda perjuangan bersama DPP bersama kader Nasdem yang ada di DPR RI, maupun di Pemerintahan.
"Dengan begitu kita berharap ketika revisi UUPA dilakukan oleh DPR RI, Fraksi Partai Nasdem akan memberi dukungan penuh serta mengawal dengan serius agar revisi UUPA sesuai dengan harapan rakyat Aceh," jelasnya.
Baca juga : DPP Gerindra Dukung Asib Amin - Tarmilin Usman di Pilkada Nagan Raya
"Kenapa kami membawa dua isu strategis ini pada kongres? Karena status Aceh saat ini sebagai Provinsi termiskin di Sumatera. Tentu saja membutuhkan anggaran besar untuk mengentaskan kemiskinan dan membiayai pembangunan. Sementara PAD Aceh relatif kecil. Kalau DOKA dihentikan kondisi ekonomi Aceh akan kian terpuruk," tambahnya.
Karena itu, kata Irsan, pihaknya menilai keberadaan DOKA sangat urgen dipertahankan atau diperpanjang. Untuk menjamin keberlanjutan pembangunan Aceh masa depan.
"Kalau bisa bukan hanya sekedar diperpanjang, tapi juga besarannya ditingkatkan menjadi 2,25 persen seperti Papua. Serta berlaku tanpa batas waktu atau permanen," ungkapnya.
Baca juga : Kader Nasdem Aceh Usung Kembali Surya Paloh Sebagai Ketum
Begitu juga soal wacana revisi UUPA. Setelah 18 tahun diberlakukan, Irsan menilai, sudah saatnya UUPA direvisi.
Ia menyebutkan tentu ada banyak kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, membutuhkan penyesuaian dan penguatan. Apalagi perpanjangan DOKA juga hanya bisa dilakukan melalui revisi UUPA.
"Karena itu, kami mendukung sepenuhnya UUPA direvisi secara terbatas dalam konteks penguatan UUPA itu sendiri. Sehingga pasca revisi nantinya kita berharap supremasi UUPA dapat ditegakkan," sebutnya.
Ia mengaku hal ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab moral politik kepada rakyat Aceh yang telah memberi kepercayaan dan mandat untuk kader Nasdem pada Pemilu 2024 lalu.
Baca juga : Nama Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah Masuk Survei NasDem Sebagai Cagub
"Setelah diberi amanah oleh rakyat tentu menjadi kewajiban kami untuk memperjuangkan setiap bentuk aspirasi dari rakyat Aceh. Termasuk aspirasi perpanjangan DOKA dan revisi UUPA," ungkapnya.
Ia menambahkan, wacana perpanjangan DOKA dan revisi UUPA tidak hanya kita disuarakan di Kongres saja.
"InsyaAllah isu strategis ini akan menjadi agenda perjuangan Nasdem Aceh kedepan. Kita memiliki 2 kursi DPR RI, 10 kursi DPRA. Kami komit untuk mendukung penuh perjuangan revisi UUPA dan perpanjangan DOKA bersama Pemerintah Aceh, DPRA, Parpol dan segenap elemen masyarakat Aceh lainnya,"demikian tutupnya.
Penulis : Hendria Irawan