07 Sep 2024 | Dilihat: 375 Kali

Aceh Internasional Orientering Perdana di Nol Kilometer Sabang

noeh21
Pembukaan Aceh Internasional Orientering (AIO) . Foto. iiN / Indojayanews
      
IJN - Sabang | Aceh Internasional Orientering (AIO) acara olahraga jelajah alam yang menggabungkan keterampilan navigasi dan ketahanan fisik para peserta dengan menggunakan peta dan kompas untuk menemukan titik pertama kali diadakan di Aceh di titik Nol Kilometer Sabang. 
 
Acara pembukaan ini ditandai dengan penabuhan rapa'i secara langsung oleh Penjabat Wali Kota Sabang Andri Nourman, Kapok Sahli Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Senmart Tonda, S.Sos, serta para unsur Forkopimda Sabang pada Jum'at Sore 6 September 2024.
 
Penabuhan rapai ini sebagai simbolis dimulainya Aceh International Orienteering (AIO) yang digelar mulai tanggal 6 sampai dengan 8 September 2024. 
 
Upacara Pembukaan dihadiri oleh 150 Atlet Orientering yang berasal dari Provinsi lokal Aceh, Provinsi lainnya di Indonesia, India, Malaysia, Gambia, Libya, Thailand, Filipina, dan Amerika. Para atlet ini nantinya akan mengikuti 12 kelas pria dan wanita yang akan diperlombakan.
 
Ketua Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Aceh, Abdul Mukti, SE, MA, MBA, dalam Berbagainya Menyebutkan, Orienteering merupakan olahraga yang baru berkembang di Aceh.
 
"Aceh International Orienteering ini merupakan sesuatu yang spesial, karena ini adalah kompetisi Orienteering Internasional pertama yang diadakan di Aceh, sebuah kebanggan tersendiri bagi kita semua.
 
Kita bukan hanya sekedar menyelenggarakan olahraga, tapi juga memperkenalkan Aceh dan keindahannya ke mata dunia,” ujar Abdul Mukti.
 
Ia berharap, para atlit dapat menghadapi tantangan dengan semangat, fokus dan menikmati setiap momennya,
Orienteering bukan hanya tentang siapa yang sampai duluan, tapi juga tentang bagaimana kita menggunakan strategi mengatasi tantangan yang ada di depan, dengan medan yang tak terduga.
 
Dari ajang ini kita berharap akan lahir atlet-atlet hebat yang nantinya bisa mewakili Aceh dan Indonesia, terutama bagi yang berada di bawah naungan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI), untuk berlaga di FORNAS 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 
Hal senada diungkapkan Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman, AP, M.Si.
 
Ia menyebutkan, Aceh International Orientering lebih dari sekadar kompetisi olahraga.
 
Acara ini adalah momen berharga untuk mempererat tali persahabatan antarbangsa, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Aceh. 
 
Rute Aceh International Orienteering akan melewati tujuh desa wisata di Sabang. Oleh karena itu, saya berharap peserta dapat menikmati potensi-potensi wisata unggulan di setiap desa tersebut, “jelasnya.
 
Lanjut ia menambahkan, Aceh International Orienteering adalah salah satu cara Pemerintah Aceh untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya di Provinsi Aceh khususnya Kota Sabang kepada dunia dengan pesona alamnya yang sangat menakjubkan.
 
Menurutnya, Sabang merupakan lokasi yang ideal untuk kegiatan ini karena alamnya yang sangat indah, selain itu juga dapat mendongkrak pamor sektor pariwisata Aceh.
 
Rute Aceh International Orienteering akan melewati tujuh desa wisata di Sabang. Oleh karena itu, saya berharap peserta dapat menikmati potensi-potensi wisata unggulan di setiap desa tersebut.
 
Terakhir ia mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini, semoga Aceh International Orienteering ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan dikenal di kancah Internasional.
 
Dalam acara ini, FONI Aceh juga memberikan selempang Duta Orienteering Aceh kepada Eggy Fegri Lindira Putri, SH, Puteri Indonesia Aceh 2022. 
 
Duta Orienteering ini diharapkan dapat melakukan kampanye Orienteering, untuk memperkenalkan olahraga militer ini kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Aceh.


Penulis : IIN Wahyudi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas