26 Nov 2020 | Dilihat: 642 Kali

Bahas Perkembangan Geopolitik di Asia Selatan, DPD RI Singgung Infrastruktur dan Daya Saing SDM Aceh

noeh21
Ket Foto : Senator DPD RI, Fachrul Razi (IJN)
      
IJN - Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar Forum Diskusi Grup (FGD) bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Forum diskusi digelar secara daring dan tata muka di Banda Aceh melalui Teleconference.  

Hadir pembicara dan tamu undangan diantaranya Wakil I Ketua DPD RI, Dr Nono Sampono, Ketua Komite I DPD RI, H. Fachrul Razi, Wakil Komite III DPD RI, Fadhil Rami,.Lc. Asisten Deputi Pengelola Ruang Laut dan Pesisir Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Dr. Muh Rasman Manafi,  Laksma Pertama TNI Bakamla, Hadi Pranoto S.Sos,.M.Si, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementrian PPN/Bappenas, Slamet Soedarsono. 

Diskusi tersebut digelar dengan pemaparan terkait Geopolitik perkembangan kawasan Asia Selatan oleh Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono.

Dr. Nono Sampono mengatakan, Indonesia Poros Maritim Dunia dengan 3 (tiga) era transisi strategis diantaranya. Pertama, Transformasi Strategis Global. Kedua, Transformasi Perdagangan bebas. Ketiga, Masa Depan Asia Timur khususnya perkembangan Jalur Obor (One Belt One Road) diprakarsai negara kekuatan ekonomi baru dunia China.

Dr. Nono Sampono menyebut peran strategis Indonesia dikawasan Asia Pasific diantaranya, menjamin keamanan dan kelancaran arus pelayaran diperairan Indonesia. kedua, Melakukan Diplomasi Maritim dengan mengedepankan saling percaya dan kerjasama yang saling menguntungkan demi kepentingan bersama di kawasan. Ketiga, untuk hal tersebut diatas Indonesia perlu memperkuat posisi tawar dengan membangun Kekuatan Militer (Ekonomi dan Militer). 

Selain sebagai Poros Maritim Dunia, Ketua Komite I Fachrul Razi yang juga Senator Dapil asal Aceh turut menyinggung terkait kesiapan Infrastruktur dan SDM di Provinsi Serambi Mekkah itu yang harus siap dengan Perkembangan Geopolitik serta Geostrategi Transnasional dengan negara negara dikawasan ASEAN. 

Hal itu diungkap Senator Fachrul Razi, suatu daerah akan memiliki daya saing tinggi jika proses ekonomi di daerah itu tidak mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dan seharusnya atau tidak mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari daerah lain. 

"Daya saing daerah yang baik akan tampak pada besaran investasi PMA dan PMDN yang masuk ke daerah terutama pada sektor non primer, kualitas SDM, dan kualitas komoditi yang dihasilkan daerah beserta harga jualnya,"ungkap senator Fachrul Razi. Kamis 26 November 2020

Menurut Fachrul Razi, Provinsi Aceh selain mempunya ruang maritim yang strategis dengan adanya jalur Laut China Selatan dan Selat Malaka, juga berdekatan dengan komposisi negara yang beragam kondisi politik dan ekonominya. "Perdamaian dan stabilitas intrakawasan ASEAN menjadi penting bagi kestabilan Indo - Pasifik,"Kata senator. 

Meskipun tidak terletak di Asia Tenggara, India memiliki aspirasi Geopolitik hingga kawasan yang sangat dekat dengan Aceh. "Kita harus siapkan Infrastruktur dan SDM yang berkualitas dari sekarang,"sebut Fachrul Razi.

"Dana Otonomi Khusus (Otsus) dibutuhkan agar percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah ini agar semakin meningkat,"tutup senator.

Penulis : Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas