07 Apr 2026 | Dilihat: 136 Kali

Desa Paling Parah Terdampak Banjir, Warga Seuneubok Saboh Justru Tak Dapat Bantuan Jadup

noeh21
Kondisi pengungsian di Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur pasca banjir bandang. Foto. Anuwar/IJN
      
IJN - Aceh Timur | Ironis terjadi di Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Meskipun wilayah ini dinilai sebagai salah satu yang paling parah terdampak banjir bandang pada 2025 lalu, namun warga justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
 
Padahal, desa-desa lain di Kecamatan sama yang kerusakannya tidak separah Desa Seuneubok Saboh, justru sudah menerima bantuan tersebut. Selasa 7 April 2026
 
Kepala Desa Seuneubok Saboh, Mukhtar menjelaskan bahwa sejak awal diminta data kerusakan rumah warga akibat bencana banjir, pihaknya sudah mengirimkan seluruh data nama korban beserta kategorinya, baik rusak berat, sedang, maupun ringan, kepada pemerintah Kecamatan pante bidari.
 
"Dua bulan pasca bencana, turunlah By Name By Address (Data BNBA) dari BPBD Kabupaten Aceh Timur, bahwa Desa Seuneubok saboh mendapatkan bantuan rumah hunian sementara (Huntara) sebanyak 49 unit yang akan di bangun langsung di lokasi rumah korban, bagi penerima rumah dengan membuat surat pernyataan untuk mendapatkan Huntara hingga hunian tetap (Huntap)," kata Mukhtar.

Kemudian, lanjut dia, turun lagi By Name By Address (Data BNBA) dari Kabupaten untuk warga rumah yang rusak sedang dan ringan, dengan membuat surat penyataan yang sama bagi masing masing korban penerima bantuan.

"Rumah rusak sedang mendapatkan Rp. 30.000.000, sedangkan rusak ringan Rp. 15.000.000. Namun sampai saat ini belum ada bantuan rumah tersebut, cuma yang ada bantuan huntara di desa kami, walaupun surat penyataan sudah dibuat bagi masing masing korban," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa pendataan terhadap korban terdampak banjir tersebut dilakukan sesuai arahan Pemerintah Kecamatan kepada pemerintah desa.
 
"Kita buat sesuai arahan dari bapak camat apa yang ditugaskan kapada kami selaku pemerintah desa, itulah yang kami laksanakan sesuai intruksi yang kami dapatkan," sebutnya.
 
Desa Seuneubok Saboh Tak Tercatut pada Penerimaan Jadup
 
Setelah lebaran Idul Fitri, pemerintah mulai menyalurkan bantuan jaminan hidup (Jadup) Rp 15. 000 per-jiwa per hari selama tiga bulan.

Namun sangat disayangkan, nama Desa Seuneubok Saboh justru tidak tercantum dalam daftar penerima manfaat tersebut.
 
"Yang sangat miris, Desa kami ini yang paling parah terkena banjir, kok tidak keluar data penerima manfaat JADUP? Padahal kami sudah mengajukan semua data lengkap. Sementara desa-desa lain di Kecamatan Pante Bidari mendapatkan bantuan ini, padahal ada yang kerusakannya tidak separah di sini," ujarnya dengan nada kecewa.
 
Hal senada juga disampaikan warga yang merasa dirugikan. Mereka berharap pemerintah terkait dapat segera mengecek ulang data tersebut.
 
"Kami berharap pihak desa dan pemerintah daerah dapat segera memproses undangan Jadup, sehingga kami bisa menerima bantuan yang sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup pasca bencana," ujar salah satu warga.
 
Hingga saat ini, warga masih menunggu kepastian mengapa desa yang terdampak paling parah justru tidak mendapatkan jatah bantuan yang sama dengan desa lainnya. 






Penulis: Anuwar
Editor: Muhammad Zairin