IJN – Nagan Raya | Masyarakat keluhkan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Kabupaten Nagan Raya anjlok beberapa pekan lalu.
Sebagaimana diketahui, sejak Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya pada 23 Mei lalu, harga tandan buah segar sawit (TBS) petani terus menunjukkan penurunan yang sangat drastis.
Harga beli ditingkat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Kabupaten itu per 27 Juni 2022 berkisar Rp 920/kg hingga Rp 1.050/kg.
Sedangkan ditingkat petani, harga TBS sawit dibeli oleh pengumpul semakin murah berkisar Rp 400-Rp 600/kg. Padahal, pemerintah sudah mencabut larangan ekspor CPO ke luar negeri.
Puji Hartini mengatakan, anjloknya harga TBS membuat petani sawit mengeluh karena mengalami kerugian.
"Akibatnya banyak buah sawit yang tidak di panen, dan kemampuan beli pupuk juga sangat rendah, sehingga daya beli menurun, karena tingkat harga sawit yang rendah mempengaruhi segala perekonomian masyarakat,"kata Puji Hartini kepada Indojayanews.com. Jum'at, 1 Juli 2022.
Ditengah pemulihan ekonomi, Puji Hartini berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang menjadi solusi terhadap kebijakan sebelumnya terkait pelarangan ekspor CPO.
"Kita juga telah berkoordinasi dengan dinas perkebunan dan menyurati Presiden tentang harga sawit yang terjadi sekarang," jelasnya.
Ia meminta pemerintah dapat memberikan kebijakan yang menguntungkan dan bisa membantu petani, karena petani sangat menjerit terhadap anjloknya harga TBS.
"Kita meminta pemerintah supaya segera memberikan tindakan atau kebijakan yang dapat memulihkan perekonomian khususnya para petani sawit, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat ditengah pemulihan ekonomi pasca covid-19,"pintanya.
Baca juga : Sosok Dr. Nurdin, Putra Terbaik Aceh di Kapusdatin Kemendagri
Puji Hartini menyebut, pihaknya juga telah meminta Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Nagan Raya agar dapat mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan dapat membatu petani sawit. "Dengan adanya PKS memberikan dampak positif terhadap petani sawit, tetapi petani sawit juga memberikan support material ke PKS, sehingga adanya hubungan Simbiosis mutualisme saling menguntungkan," sebut Puji Hartini.
"Jika Pemerintah sudah menaikkan harga sawit, PKS diminta dapat mengikuti sesuai dengan peraturan yang ada,"harapnya.
Penulis: Hendria Irawan