22 Jul 2024 | Dilihat: 458 Kali

Kata Kakanwil Meurah Budiman Usai UPP Satgas Saber Pungli Aceh Audiensi Dengan Pj Gubernur

noeh21
Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Satgas Saber Pungli Aceh melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami. Foto. Dokumen Kemenkumham Aceh
      
IJN - Banda Aceh | Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Satgas Saber Pungli Aceh melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, di Pendopo Meuligoe Aceh, Senin 22 Juli 2024.
 
Hadir pada pertemuan itu Ketua UPP Aceh, Wakil Ketua II UPP, Sekretaris UPP, Ketua dan Wakil Ketua Pokja UPP, dan Kepala Biro Hukum Setda Aceh.

Selain itu, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman selaku Ketua Pokja Pencegahan UPP Satgas Saber Pungli Aceh juga turut hadir pada kesempatan tersebut. 
 
Usai pertemuan, Meurah mengatakan soal pemberantasan pungutan liar yang terpenting ialah komitmen dan tanggung jawab bersama dalam pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.
 
Selanjutnya, Meurah menyampaikan dalam forum tersebut bahwa Pokja Pencegahan telah melakukan sejumlah kegiatan. 
 
“Sesuai dengan tusi dan sumber daya yang kami punya, Kemenkumham Aceh telah melakukan sejumlah kegiatan pencegahan, baik internal maupun eksternal,”kata Meurah Budiman.
 
Sebelumnya, Ketua UPP Satgas Saber Pungli Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar menyampaikan hal yang serupa. UPP Satgas Saber Pungli Aceh telah melakukan sejumlah kegiatan bahkan saat ini sudah mempunyai kantor sekretariat.
 
Kemudian, ia pun memohon dukungan dari Pemerintah Aceh untuk memberantas dan menyelesaikan pungli pada seluruh pelayanan publik di Aceh.

Kombes Pol Misbahul juga menyampaikan rencana bahwa UPP Satgas Saber Pungli Aceh akan melaksanakan rapat koordinasi yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang.
 
“Dan tentunya kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Aceh,” katanya.
 
Disisi lain, Pj. Gubernur Aceh Bustami menyampaikan apresiasi yang telah dilakukan oleh UPP Satgas Saber Pungli Aceh selama ini. Bustami pun mengakui bahwa Pemerintah Aceh akan memberikan dukungan.
 
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut berlangsung sangat komunikatif dan dialogis. Hal ini tentunya diharapkan menjadi indikasi yang baik terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan pungli di Aceh.



Penulis : Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas