IJN - Banda Aceh | Pemerintah Aceh telah mempercepat penyaluran sebanyak 200 ton beras sebagai bantuan darurat pangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir dalam keterangannya menjelaskan, bantuan ini akan didistribusikan secara bertahap untuk 9 Kabupaten/Kota yang sedang dilanda bencana hidrometeorologi. Fokus utamanya diperuntukkan bagi korban banjir parah yang terjadi pada akhir November 2025.
“Beras darurat saat ini sedang didistribusikan, targetnya ke daerah terisolir menjadi prioritas utama,” ucap M. Nasir.
M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menuturkan, penyaluran bantuan ini mulai dilakukan secara intensif sejak munculnya laporan mengenai kondisi pengungsian dan wilayah terisolir.
Menurutnya, saat ini proses distribusi logistik, termasuk beras telah dilakukan pada Minggu, 30 November 2025, di mana Pemerintah Aceh mengawasi langsung penyaluran di titik-titik terdampak.
“Pemerintah Aceh memastikan bahwa bantuan ini disalurkan segera ke masyarakat yang paling membutuhkan, terutama yang terdampak parah dan terisolir, seperti di beberapa kawasan di Aceh Utara,” ucap M. Nasir.
Adapun daerah-daerah utama yang menjadi sasaran penyaluran 200 ton beras darurat ini, seiring dengan alokasi bantuan lain, antara lain :
1. Kabupaten Aceh Utara;
2. Kota Lhokseumawe;
3. Kabupaten Aceh Timur;
4. Kabupaten Aceh Tamiang;
5. Kabupaten Bireuen;
6. Kabupaten Pidie;
7. Kabupaten Pidie Jaya;
8. Kabupaten Bener Meriah, dan
9. Kabupaten Aceh Tengah.
Sementara, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin menjelaskan, Perum Bulog juga telah menggandakan stok beras di wilayah terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh, untuk menjamin ketersediaan dan memperlancar pengiriman bantuan darurat segera setelah ada permohonan resmi dari kepala daerah.
“Seluruh bantuan ini merupakan bantuan darurat bersifat emergensi, di luar bantuan lain yang terus berdatangan dari berbagai sumber,” ucap Murthalamuddin.
Penulis : Muhammad Zairin
Editor : Redaksi