03 Juni 2021 | Dilihat: 300 Kali
Satu Orang Wartawan Diduga Dapat Perlakuan Tidak Pantas Dari Jubir Covid-19
noeh21
Riski Bintang, wartawan Aceh Jaya. Foto ist
 

IJN - Aceh Jaya | Gedung Isolasi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini mulai dihuni seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Diketahui, pasien itu masuk ke gedung isolasi yang berada di Desa Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu 2 Juni 2021 malam.

Namun, pada saat proses pelaksanaan isolasi terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu, satu orang wartawan tengah meliput, Riski Bintang mengaku ada perlakuan tidak pantas yang dilakukan Juru Bicara Covid-19, Idham Chalik, terhadapnya.

Dimana, kata dia, Idham menegur dirinya yang hendak mengambil masker guna dikenakan saat meliput kegiatan tersebut.

"Tadi pas datang saya sama kawan, jadi kawan saya enggak pakai masker. Lalu saya minta ke orang di situ," ungkap Riski Bintang salah satu wartawan bertugas di Aceh Jaya.

Kemudian, petugas pun mengarahkan untuk mengambil masker diatas lemari berada di ruang petugas. Saat hendak mengambil masker, Idham Chalik yang berada didepan berteriak dengan nada sinis, yang dirinya mengatakan agar masker diambil satu saja.

"Kemudian, saya jelaskan kalau ada satu orang lain diluar, kemudian dia bilang jangan masker itu tapi masker yang lain," sebut Riski, menyampaikan apa yang diucapkan Idham.

"Kita enggak pernah minta harus masker ini atau itu. Kita hanya minta masker doang untuk pelindung. Saya rasa enggak etis kalau dia bersikap seperti itu. Pasalnya kita sama-sama menjalankan tugas ditengah masa pandemi, apalagi ini pertama sekali saya minta masker sama orang mereka, maskernya pun untuk dipakai," cetusnya.

Dia berharap Bupati Aceh Jaya Teuku Irfan TB untuk dapat mengevaluasi kinerja Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya tersebut.

"Saya rasa masih ada bahasa atau cara yang lebih bagus, enggak gitu juga caranya."

Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya, saat dihubungi membenarkan hal itu.

Namun, yang saya sampaikan tadi untuk tidak mengambil Masker N95 yang memang dikhususkan pemakaian kepada petugas kesehatan yang mengambil swab atau berhubungan langsung dengan pasien.

"Saat itu saya mengatakan ada masker medis yang biasanya kita pakai, disebelahnya," jelas Idham.

Menurut Idham, kalau hanya masalah masker satu atau dua lembar bukanlah menjadi masalah, kata dia. Karena kita juga selalu membagikan masker untuk selalu digunakan pada masyarakat, apalagi itu untuk wartawan ataupun rekan media yang ingin meliput.

Inikan juga untuk menjaga dirinya dan orang laen. Kalau memang mungkin cara penyampaian saya tadi terkesan kasar atau sinis menurut saudara Riski, Idham pun memohon maaf.

"Terus terang saya katakan, tidak ada niat saya sedikitpun untuk berlaku tidak sopan atau tidak pantas seperti disebutkan," katanya Idham.

Menurutnya apa yang disampaikannya tadi dengan nada biasa dan dengan senyum dan bercanda. Bahkan selama ini pun ia siap melayani rekan media setiap saat.

"Untuk rekan-rekan media mungkin ada yang merasa tersinggung dengan saya, baik itu dari perkataan, perlakuan atau sikap saya selama ini saya mohon maaf sebesar-besarnya. Intinya hal itu bukan ada maksud apapun, faktor kelelahan juga bisa mempengaruhi kita," ujar Idham Chalik.

Sambungnya, tugas ia sebagai Jubir sejak mulai Covid-19 yang ditetapkan oleh Bupati sampai saat ini, jika untuk dievaluasi kinerja, dia pun mengaku siap dan kami siap mempertanggung jawabkan, demikian Idham Chalik. (Red)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com