IJN - IDI | Hujan deras yang melanda Kecamatan Pante Bidari, khususnya di Desa Blang Senoeng dan Desa Pante Labu dalam tiga hari terakhir mengakibatkan kerusakan parah pada jalan desa pendalaman.
Kondisi jalan tergenang air dan dipenuhi lumpur membuat akses sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga banyak kendaraan terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Kepala Dusun Desa Blang Senoeng, Zubir mengatakan masyarakat keluhkan terhadap kondisi jalan berlumpur yang membuat kendaraan sulit melintas.
"Desa kami sudah tiga hari hujan, setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang. Debu tebal bekas lumpur pasca banjir kini telah menjadi lumpur yang licin, sehingga kendaraan sering terpeleset ke selokan jalan," kata Zubir, Rabu 1 April 2026.
Bahkan, lanjut Zubir, salah satu truk yang mengangkut material Hunian Sementara (Huntara) terjebak selama dua hari dan harus ditarik dengan alat berat.
Ironisnya, penarikan tersebut dikenakan biaya Rp500.000, meskipun alat berat yang digunakan merupakan milik perusahaan WIKA (Waskita Karya), yang saat ini sedang bertugas membersihkan tanah lumpur di sekolah-sekolah, mushala, dan tempat umum lainnya di desa tersebut.
"Seharusnya operator alat berat tidak mengenakan biaya sebesar itu. Kita semua harus saling membantu, terutama dalam keadaan darurat seperti ini," ucapnya
Zubir berharap pemerintah segera memberikan bantuan penanganan terhadap kondisi jalan berlumpur di desa Blang Senoeng dan desa Pante Labu agar bisa dilintasi kendaraan serta memulihkan perekonomian masyarakat pasca banjir bandang.
"Warga Blang Senoeng sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan respons cepat terhadap kondisi jalan berlumpur yang membuat kendaraan sulit melintas," demikian harapnya.
Pantauan IndoJayaNews.com, kondisi badan jalan tidak hanya dipenuhi lumpur yang licin, namun sebagian badan jalan juga sudah tergenang air setinggi 10 hingga 30 cm, hal ini membuat akses semakin sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua.
Penulis: Anwar
Editor: Muhammad Zairin