IJN - Bireuen | Setelah sempat rusak diterjang derasnya arus Krueng Peusangan, jembatan darurat yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Kepala Hiu” kini kembali berfungsi dan mulai menghidupkan kembali aktivitas warga di dua kecamatan.
Jembatan penghubung antara Gampong Pante Lhong Kecamatan Peusangan dan Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng itu sebelumnya mengalami kerusakan sehari setelah mulai difungsikan pada 8 Mei 2026.
Kerusakan tersebut sempat mengganggu mobilitas warga yang mengandalkan jalur tersebut sebagai akses penyeberangan.
Namun setelah dilakukan perbaikan selama beberapa hari, jembatan darurat tersebut kini kembali normal dan sudah dapat dilalui masyarakat.
Pantauan di lokasi, Senin, 18 Mei 2026, arus lalu penyeberangan mulai kembali ramai. Warga dari kedua wilayah tampak memanfaatkan akses tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi hingga kebutuhan harian.
Pemrakarsa pembangunan jembatan dimaksud Muakhir, warga Neuheun, Kecamatan Peusangan, mengatakan keberadaan jembatan darurat itu memang ditujukan untuk menjawab kebutuhan akses masyarakat yang selama ini terkendala transportasi penghubung antarkecamatan.
Menurutnya, pengguna sepeda motor dikenakan biaya Rp5 ribu setiap kali melintas, sementara pejalan kaki tetap diberikan akses gratis.
Keuchik Gampong Pante Baro Kumbang, Marwan, kepada wartawan mengatakan, berfungsinya kembali jembatan tersebut membawa dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat Peusangan Siblah Krueng.
“Jembatan ini sangat membantu masyarakat kami, terutama untuk aktivitas ekonomi, sekolah, dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, warga Pante Baro Kumbang, Zulfahmi, menyebut jembatan darurat “Kepala Hiu” menjadi solusi sementara yang sangat dibutuhkan masyarakat sambil menunggu pembangunan kembali jembatan rangka baja di kawasan Kubu.
Selain itu, menurutnya, keberadaan jembatan tersebut juga menjadi jalur alternatif ketika akses melalui Jembatan Bailey Kuta Blang ditutup sementara akibat perbaikan.
Penulis: Amiruddin
Editor: Muhammad Zairin