31 Maret 2021 | Dilihat: 50 Kali
Pengacara Tersangka ASABRI Keberatan Kejagung Sita Aset di Pontianak
noeh21
Gedung Asabri [Foto/net]
 

IJN - Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset di Pontianak terkait kasus dugaan korupsi ASABRI dengan tersangka Heru Hidayat. Pengacara Heru, Kresna Hutauruk, menyatakan keberatan atas penyitaan tersebut.

Menurut Kresna, aset yang disita yang dimaksud adalah lahan dan bangunan PT Inti Kapuas Arowana Tbk. Dia menyebut aset yang disita bukan milik Heru. "Bahwa aset tersebut bukan kepunyaan Pak heru, melainkan milik PT Inti Kapuas dan Ibu Susanti Hidayat pribadi,"kata Kresna kepada wartawan, dikutip Detik.com Rabu 31 Maret 2021.

Kresna mengatakan PT Inti Kapuas memiliki aset tersebut sejak 2007 dan Susanti sejak 2006. Karena itu, Kresna menilai penyitaan aset itu melanggar perundang-undangan yang ada.

"Sedangkan tempus perkara ASABRI adalah sejak 2012, hal itu menunjukkan perolehan aset tersebut jauh sebelum tempus perkara yang ditetapkan kejaksaan. Sehingga jelas aset-aset tersebut tidak terkait ASABRI dan Kejagung telah asal-asalan dalam menyita aset tanpa menyelidiki dulu aset tersebut berkaitan atau tidak,"ujar Kresna.

BacaKejagung Sita 17 Kapal Tersangka Kasus Korupsi Asabri

Pakar administrasi hukum Margarito Kamis menilai apa yang dilakukan penyidik Kejagung bukan penyitaan. Dia menilai penyitaan tak bisa sembarangan dilakukan.

"Penyidik Kejaksaan tak bisa sembarangan menyita aset terkait kasus korupsi. Karena penyitaan aset yang tidak ada kaitannya dengan tindak pidana dan tidak sesuai Pasal 39 KUHAP. Nggak bisa sembarangan melakukan penyitaan, karena melanggar (Pasal 39 KUHAP),"ujar Margarito

Sebelumnya, tim penyidik Kejagung kembali menyita aset yang diduga milik tersangka kasus korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat. Aset tersebut berupa dua bidang tanah dan/atau bangunan dengan luas 1.042 meter persegi yang terletak di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut, yakni aset-aset milik dan/atau yang terkait Tersangka HH berupa dua bidang tanah dan/atau bangunan dengan luas 1.042 meter persegi yang terletak di Kota Pontianak pada Kamis 25 Maret 2021 yang lalu,"kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran pers, Sabtu (27/3).

BacaKPK Usut Dugaan Korupsi di Dinas Sosial Bandung Barat

Heru Hidayat adalah satu dari sembilan tersangka kasus korupsi PT ASABRI. Dalam daftar tersangka dari Kejagung, Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera.

"Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh kantor jasa penilai publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,"kata Leonard

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka. Mereka adalah:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT ASABRI periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com