12 Apr 2026 | Dilihat: 302 Kali

Di Bawah Jembatan Krueng Beukah, Bupati Turun Tangan Hadapi Ancaman Banjir Susulan

noeh21
Teks Foto: Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST bersama warga disela-sela kegiatan pembersihan saluran air di Desa Krueng Beukah Kec. Peusangan Siblah Krueng. Foto: IJN/ Dok. Forkopim Kab. Bireuen.
      
IJN - Bireuen | Pagi itu, Jumat, 10 April 2025, suara deru alat berat memecah keheningan Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan.
 
Di bawah Jembatan Krueng Beukah, tumpukan kayu bercampur lumpur tampak menyesaki aliran sungai—jejak bisu dari banjir yang melanda sebelumnya. Di tengah aktivitas itu, sosok Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, terlihat berdiri di tepi sungai, memantau langsung proses pembersihan.
 
Bukan sekadar peninjauan, kehadiran orang nomor satu di Bireuen itu menjadi simbol kesigapan pemerintah daerah dalam merespons ancaman bencana susulan. Dengan sepatu lapangan dan wajah serius, ia sesekali berdialog dengan petugas di lapangan, memastikan setiap titik sumbatan ditangani.
 
“Kalau ini tidak segera dibersihkan, air bisa meluap lagi saat hujan deras,” ujarnya singkat, menatap aliran sungai yang perlahan mulai terbuka. 
 
Tumpukan kayu yang menyangkut di bawah jembatan dan sedimen yang mengeras di kawasan Lueng Kuli dan Krueng Beukah menjadi perhatian utama. 
 
Material itu sebelumnya menghambat aliran air, menciptakan potensi genangan yang mengancam pemukiman warga. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satu unit ekskavator dikerahkan untuk mengangkat kayu-kayu besar dan mengeruk lumpur yang mengendap.
 
Di sekitar lokasi, warga tampak berkumpul. Sebagian menyaksikan, sebagian lain membantu dengan alat seadanya. Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kekhawatiran kini mulai menunjukkan kelegaan.
 
Keuchik Gampong Krueng Beukah, T. Munawar, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengingat betul bagaimana warga dilanda cemas setiap kali langit mendung sejak banjir terakhir.
 
“Dulu kami takut kalau hujan turun lagi. Sungai ini sudah tersumbat, pasti air naik. Tapi sekarang sudah mulai dibersihkan, kami merasa lebih tenang,” katanya.
 
Bagi warga, pembersihan ini bukan hanya soal normalisasi sungai, tetapi juga pemulihan rasa aman. Kehadiran langsung Bupati di lokasi menjadi suntikan moral di tengah trauma yang belum sepenuhnya pulih.
 
Di sela kegiatan, Mukhlis juga menyampaikan pesan penting kepada para keuchik di seluruh Kabupaten Bireuen. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan komunikasi cepat dalam menghadapi potensi bencana.
 
“Jangan tunggu parah. Kalau ada tanda-tanda, segera laporkan. Kita harus bergerak cepat agar dampaknya tidak meluas,” tegasnya.
 
Perlahan, aliran air di bawah jembatan mulai kembali lancar. Kayu-kayu yang sebelumnya menggunung kini terangkat satu per satu.
 
Meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai, langkah awal ini memberi harapan bahwa ancaman banjir susulan bisa ditekan.
 
Di Krueng Beukah pagi itu, upaya mitigasi bukan hanya terlihat dari kerja alat berat, tetapi juga dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat—sebuah gambaran bahwa menghadapi bencana, kecepatan dan kebersamaan adalah kunci.

 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin