08 Feb 2025 | Dilihat: 767 Kali

Keganasan Buaya Kembali Gemparkan Aceh Singkil

noeh21
Warga setempat secara bersama dengan menggunakan perahu bermotor (Robin) saat mencari korban di Sungai Singkil. Foto. Erwan/Indojayanews
      
IJN - Singkil | Keganasan buaya kembali menggemparkan warga Kabupaten Aceh Singkil, dengan memakan korban seorang wanita yang diketahui warga Desa Rantau Gedang, Singkil.

Korban Sawiyah (63) saat itu sedang mencari udang  menggunakan alat tangkap yang disebut warga setempat luka/bubu, di Sungai Singkil, Sabtu, 8 Februari 2025.
 
"Dari informasinya, aktivitas korban kesehariannya mencari udang menggunakan alat tangkap luka/bubu, dengan menumpangi perahu kecilnya, yang berada di seberang sungai dari kawasan  permukiman penduduk,"ucap Bakar salah seorang warga setempat. 
 
Seperti diketahui, kejadian naas itu dialami Sawiyah, saat korban sedang mencari nafkah mengangkat alat tangkap luka/bubu nya di Sungai Singkil.
 
Sementara informasi dari Sekdes Rantau Gedang, Singkil, Syahrul, sekira pukul 15.00 wib, warga bersama pihak terkait lainnya masih melakukan pencarian korban di kawasan Sungai Singkil.
 
Namun, hingga kini upaya pencarian korban belum membuahkan hasil.
 
Sebelumnya, kasus buaya menyerang manusia di Sungai Singkil itu juga baru terjadi sekira dua Minggu lalu, dengan korban wanita lanjut usia.
 
Kejadian itu terjadi menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT), Kaetek (59 tahun) warga Kampung Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, saat sedang mencari siput dan tanaman eceng gondok untuk pakan ternak bebek disekitar kawasan Sungai Singkil, Senin, 27 Januari 2025.
 
Beruntung dalam insiden buaya serang manusia itu, korban wanita lanjut usia , Kaetek (59) selamat dan dirawat di Puskesmas Singkil.
 
Untuk diketahui, kejadian buaya menerkam warga yang sedang mencari nafkah di Sungai Singkil itu sudah berulang kali terjadi dan memakan korban.
 
Atas kejadian itu, Wakil Bupati Aceh Singkil terpilih H.Hamzah Sulaiman secara sigap ikut langsung terjun ke lokasi kejadian Desa Rantau Gedang.


Penulis : Erwan Syah Putra
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas