IJN - Suka Makmue | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Tgk Khaidir Main atau Tukim meninjau langsung jembatan rusak penghubung dua desa yakni Alue Buloh dan Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Sabtu 29 Maret 2025.
Dalam kunjungannya itu, Tgk Khaidir Main yang juga ketua Fraksi Partai Aceh (PA) turut didampingi Fajran Zain akademisi dan tokoh masyarakat setempat.
Tgk Khaidir Main mengatakan, kunjungan ini dalam rangka merespon langsung aspirasi masyarakat dua desa terkait jembatan rangka baja yang putus total akibat diterjang arus sungai krueng Nagan.
Lihat juga : Jembatan Alue Buloh Nagan Raya Ambruk Diterjang Arus Sungai, ratusan warga terisolir
“Hari ini kita turun langsung merespon keluhan masyarakat dua desa yang terrisolir, agar jembatan itu bisa segera ditindaklanjuti untuk perbaikan,”kata Tgk Khaidir Main.
Ia menyebutkan, fraksi Partai Aceh telah mengusulkan kepada pemerintah Aceh untuk pembangunan jembatan rangka baja dengan anggaran dana Otsus atau APBN. Pasalnya, dalam dua desa terrisolir itu terdapat sekolah, dengan adanya perbaikan jembatan bisa memudahkan akses para siswa yang sedang menempuh Pendidikan.
Lihat juga : Wakil Ketua DPR Aceh Tinjau Langsung Jembatan Ambruk di Nagan Raya
“Kita dari fraksi Partai Aceh di DPRK Nagan Raya telah mengusulkan ke Pemerintah Aceh untuk menindaklanjuti pembagunan jembatan Alue Buloh,”sebutnya.
Ia menjelaskan, jembatan Alue Buloh merupakan akses utama masyarakat yang menghubung langsung ke Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.
“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat, dan bisa terhubung langsung ke Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat,”jelas Tukim yang merupakan eks kombatan GAM.
Ia menambahkan, sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) di dua desa tersebut terisolir, dan terpaksa mengunakan rakit mesin sebagai moda tranportasi sehari hari. Namun, rakit mesin itu hanya beroprasi hingga pukul 12.00 malam.
Lihat juga : Pj Bupati Tinjau Jembatan Alue Buloh Ambruk Diterjang Arus Sungai
“Masyarakat hanya mengunakan rakit mesin sebagai sarana tranportasi sehari-hari yang beroperasi sampai pukul 12.00 malam, jika hujan deras dan debit air sungai tinggi rakit mesin ini tidak beroprasi. Bayangkan jika ada masyarakat yang sedang sakit ingin berobat atau siswa yang tengah penempuh pendidikan, maka dari itu kita meminta agar jembatan ini segera ditangani,”tuturnya.
Salah seorang masyarakat mengungkapkan bahwa jembatan Alue Buloh ambruk sejak 17 Oktober 2023 lalu, akibat hujan deras dan tingginya debit air sungai Krueng Nagan menyebabkan jembatan tersebut rubuh.
Lihat juga : Bupati TRK Perintahkan Pengerukan, Aliran Air di Irigasi Lung Tiga Kembali Lancar
"Sampai saat ini jembatan ini belum ada tanda-tanda perbaikan, kami masyarakat hanya mengunakan rakit mesin sebagai tranportasi kami melintasi sungai Krueng Nagan," ungkapnya dengan nada sedih.
Ia berharap pemerintah segera dilakukan pembangunan jembatan Alue Buloh - Krueng Mangkom, sehingga masyarakat bisa mengakses jembatan ini untuk aktifitas sehari-hari.
"Kita berharap jembatan ini segera dibangun, karena ini akses utama masyarakat, mulai dari antar anak sekolah, bertani, dan pengubung ke Kaway XVI Aceh Barat,"demikian harapnya.
Penulis : Hendria Irawan
Editor : Redaksi