17 Feb 2022 | Dilihat: 659 Kali

Elemen Tokoh Masyarakat Gelar Aksi Demonstrasi di PT BEL

noeh21
Elemen tokoh masyarakat Gelar Aksi di PT Bara Energi Lestari (BEL), Foto: Hendria Irawan/IJN
      
IJN - Nagan Raya | Puluhan elemen tokoh masyarakat 5 Desa ring satu tambang dan  mahasiswa gelar aksi demonstrasi di lokasi PT. Bara Energi Lestari (BEL). Kamis 17 Februari 2022.

Kordinator aksi, Teuku Ridwan, S.Sos., SH mewakili elemen tokoh masyarakat mengatakan, pihaknya dari forum tokoh masyarakat lima Desa ring satu tambang PT BEL dan tergabung KPA Nagan Raya, LSM Aliansi Peduli Lingkungan (APEL), Ipelmanar- Meulaboh, HMI Cabang Nagan Raya mempertanyakan perusahaan terkait "Mosi Tak Percaya" ke PT BEL yang sebelumnya sempat dilakukan aksi tuntutan beberapa waktu lalu di Kecamatan Kuala.

Baca juga : DPRK Akan Tindak Lanjuti ke Menteri ESDM Terkait Reklamasi PT BEL

Sebelumnya, kata Ridwan, pihaknya telah melayangkan surat ke Management PT BEL beberapa waktu lalu, namun tidak mendapat respon. "Hari ini kami gelar aksi untuk meminta kepastian dari perusahaan, karena ada beberapa persoalan yang sangat merugikan masyarakat, terutama Desa ring satu tambang,"kata Ridwan.

Bahkan, Ridwan menjelaskan, terkait galian bekas galian tambang juga tidak dilakukan reklamasi (timbun), sebagaimana amanat Undang-undang. Tak hanya itu, kata dia, persoalan rekrutmen tenaga kerja lokal dan alokasi dana CSR dinilai tidak transparan.

Baca juga : Masyarakat 5 Desa Nyatakan Mosi Tak Percaya ke PT BEL

Ridwan mengaku, perusahaan PT BEL ada menyalurkan CSR, namun alokasinya tidak transparan. "Dari Mosi kami sebelumnya, kami meminta management PT BEL segera mengevaluasi 3 orang yakni Kepala Teknik Tambang (KTT) Rahmad Zahri, Agus Salim, dan teguh Priadi, harus dimutasi (dipindahkan),"tegas dia.

Ridwan menduga ketiga oknum tersebut diduga mendalangi aksi tandingan waktu lalu, sehingga berdampak pada perpecahan dikalangan masyarakat.

Dengan kehadiran PT BEL, Ridwan berharap perusahaan tersebut bisa mensejahterakan masyarakat Desa ring satu dan putra putri Nagan Raya. "Namun kita menyayangkan dalam perekrutan karyawan tidak ada staf dari karyawan lokal. Ini yang sangat kita sayangkan dan aksi ini tidak ada kepentingan pribadi, namun murni aspirasi seluruh elemen masyarakat,"jelasnya.

Baca juga : Kata PT BEL Terkait Pernyataan Masyarakat Lima Desa

Dalam aksi demonstrasi itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BEL tidak berada dilokasi dan sedang diluar daerah. Namun aksi dari masyarakat tersebut dilakukan musyawarah yang dengan pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Kapolres Nagan Raya diwakili Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Machfud, Kasat Intelkam AKP Supriadi S.Sos, Polsek Seunagan AKP Adhar. Bahkan, aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Dalam musyawarah itu, pihak perusahaan berjanji akan mempertemukan perwakilan masyarakat dengan KTT PT BEL (Rahmad Zahri-red) pada Senin 21 Februari mendatang.

"Kami menunggu dan apabila ini ingkar tidak dipertemukan dengan pimpinan PT BEL, kami akan membuat aksi dengan menurunkan masa lebih banyak lagi,"kata Ridwan dengan nada tegas.

Baca juga : Ini Kata DPRK Terkait Tuntutan Masyarakat untuk PT BEL

Ridwan berharap tuntutan tersebut dapat di dengar oleh PT BEL dan segera merombak management agar tidak terjadi hal yang berdampak pada perpecahan masyarakat sekitar tambang dengan pihak perusahaan.

Dia menyebutkan, pihaknya sangat terbuka dan menerima investasi yang datang ke Nagan Raya. 

Secara terpisah, Indra Basudewa selaku Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MIFA Bersaudara menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh puluhan masyarakat tersebut.

"Kita sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa ring satu, elemen mahasiswa dan Keuchik, selama aksi tersebut berlandaskan Undang-undang yang berlaku,"kata Indra.

Baca juga : DPRK Akan Panggil Kembali PT BEL Terkait Bekas Galian Tambang

Indra menyebut, pihaknya telah memanggil perwakilan masyarakat untuk melakukan audiensi dan musyawarah. "Ada beberapa poin yang telah kita tampung berdasarkan musyawarah,"jelasnya.

Lanjut kata Indra, pada Senin 21 Februari mendatang, perusahaan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan masyarakat

Baca juga Said Alwi: Harusnya Cari Solusi Bukan Tambah Polemik

"Kita sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan aspirasi ini kita tampung, karena kita yang ada disini dilevel pekerja dan keputusan tersebut ada di keputusan tertinggi yakni management. Kita akan sampaikan dan segera dilaporkan ke Direksi dan Management perusahaan," tutupnya.


Penulis : Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas