IJN - Aceh Besar | Yandi Saputra (18) warga Desa Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, mengalami musibah akibat jatuh dari pohon kelapa sejak 12 September 2021 lalu.
Diketahui, Yandi jatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian 10 meter. Hal itu seperti disampaikan oleh Ibunda Yandi, Annisa (60) saat ditemui Relawan Filantropi Aceh (RFA).
"Yandi jatuh dari pohon kelapa sejak 12 September lalu, dan saat ini Yandi menjalin perawatan di rumah,"kata Annisa.
Dia menyebut, Yandi merupakan putra ke 3, setelah ayahnya meninggal Yandi menjadi Juru parkir di Lampuuk Aceh Besar. Namun, saat ini menjalani perawatan akibat musibah yang menimpanya tersebut.
Bahkan ironisnya, karena keterbatasan biaya dan pengobatan ke rumah sakit, Yandi terpaksa menjalani perawatan di rumahnya di Desa Lamlhom, Aceh Besar.
Amatan IndoJayaNews.com dilokasi, rumah yang ditempati Yandi masih menggunakan arus listrik dari rumah tetangga.
Mendapati informasi itu, Relawan Filantropi Aceh (RFA) bersama anggota dengan sigap langsung mengunjungi Yandi Saputra dirumahnya.
"Ini kali kedua kita melakukan kunjungan, setelah sebelumnya kita ke Pidie menemui Rafky Murzani dan saat ini kita mengunjungi Yandi Saputra,"kata Ketua RFA Teuku Zopan Mustika kepada IndoJayaNews.com, Sabtu 20 November 2021.
Teuku Zopan menyebutkan, kondisi Yandi sangat memprihatikan, setelah pihaknya melihat hasil rongsen. "Saat kita melihat hasil rongsen tampak tulang belakang patah, bahkan sudah dipasang baut namun sejauh ini Yandi telah menjalani perawatan tulang belakang untuk mengurangi nyeri sakit,"sebutnya.
Menyikapi hal itu, Relawan RFA bersama anggota langsung memberikan bantuan kepada keluarga Yandi. Dia berharap ada pihak dermawan dengan berkolaborasi untuk membantu kesembuhan Yandi.
"Kita menyalurkan bantuan untuk kesembuhan Yandi, bahkan saat ini kaki Yandi tidak bisa bergerak akibat musibah tersebut,"ucapnya.
Dia mengaku, pihaknya mendapat informasi tersebut dari anggota dan langsung berkunjung guna memberikan bantuan dan semangat kepada Yandi.
Pada kunjungan itu turut hadir ketua Relawan Filantropi Aceh (RFA) Teuku Zopan Mustika, Bendahara Murni Mustari, Sekretaris Liza, berserta anggota Fatmawati, Desi, dan Jal Pirtim.
Untuk diketahui, Relawan Filantropi Aceh (RFA) merupakan lembaga yang berdiri sejak 26 Juli 2021 lalu, yang fokus bergerak dibidang sosial. Bahkan sebelum berdiri telah melakukan berbagai macam kegiatan sosial untuk masyarakat Aceh. [*]